Awas Stamina Payah!!! Pemicu Kendala Seks Pengantin Baru

Kendala seks pengantin baru. Melakukan jimak adalah perbuatan rutin yang dilakukan oleh pasangan suami istri normal. Kesiapan fisik maupun psikologis sangat dituntut untuk tercapainya tujuan melakukan hubungan seks, yaitu kepuasan seks bagi suami dan istri.

Apalagi, melakukan jimak dalam Islam juga bernilai ibadah. Persiapan dan kesiapan untuk melakukannya menjadi sangat penting. Lalu mungkinkah jika sebuah ibadah dilakukan dengan serampangan tanpa perhatian dan persiapan khusus?

Bersyukurlah bila dalam hubungan suami istri, Anda tidak memiliki masalah dalam hal ini. Di luar sana, masih banyak persoalan yang dihadapi pasangan suami istri. Tidak sedikit yang kurang bahagia, bahkan tidak berbahagia karena tidak mendapatkan kepuasan seks.

Ada beberapa hal yang dapat menjadi kendala bagi pasutri untuk memperoleh kepuasan seks, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Stamina Loyo

Stamina yang tidak memadai termasuk kendala yang paling sering terjadi dalam dunia hubungan seks antar pasutri. Apapun yang menjadi sebabnya, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh pasangan. Meski demikian, banyak kaum muslimin yang tidak memberikan perhatian terhadap persoalan ini, dengan berbagai alasan. Di antaranya, tak ada petunjuk khusus dari Rasulullah tentang hal ini.

Alasan Rasulullah tak pernah memperhatikan hal di atas, tentu tidak benar adanya. Rasulullah telah menganjurkan kepada umatnya, bila seseorang selesai melakukan hubungan seks dengan suami atau istrinya, maka hendaknya ia mandi, atau paling tidak berwudhu. Rasulullah pernah bersabda:

 “Suatu hari Rasulullah menggilir semua istrinya dalam satu hari. Rasulullah mandi tiap selesai mencampuri tiap istrinya. Abu Rafi’ bertanya kepada Rasulullah, ‘Mengapa tidak sekali mandi saja?’ Beliau menjawab, ‘Cara ini lebih bersih, segar dan suci.” Diriwayatkan oleh Abû Dâwud dalam Sunan-nya nomor (219), Ibnu Majah dalam Sunan-nya nomor (590), dan Al-Baihaqi dalam Sunan-nya (VII: 192 Dalam riwayat lain disebutkan, ‘…dan itu lebih baik dan lebih menambah semangat…’ Riwayat di atas memberikan paling tidak dua catatan penting:

Pertama, disyariatkannya mandi atau paling tidak wudhu sehabis melakukan hubungan seks. Salah satu hikmahnya adalah untuk menambah semangat dan vitalitas.

Kedua, stamina dan semangat amat diperlukan dalam hubungan seks. Bila tidak, beliau tidak akan menjelaskan fungsi dari sunah yang beliau anjurkan tersebut. Itu berarti semangat dan kekuatan atau stamina tubuh merupakan bagian penting dari hubungan seks.

Lemahnya stamina bisa disebabkan oleh berbagai faktor, misalnya kekurangan gizi, kurang olah raga, terlalu banyak kesibukan. Bisa juga karena faktor psikologis, misalnya, kurang gairah atau frigiditas.

Dalam menjalani aktivitas lain, bisa jadi stamina loyo hanya menjadi kendala kecil. Namun dalam sebuah hubungan seks ideal, ia menjadi penyakit berbahaya yang harus segera disembuhkan. Oleh sebab itu, Islam juga amat menganjurkan olah raga yang menyehatkan, seperti senam, bela diri, dan sejenisnya.

2. Penyakit Dalam

Tidak setiap penyakit dalam berpengaruh langsung pada hubungan seks. Namun secara umum, berbagai penyakit kronis, seperti jantung, paru-paru, asma (terutama ketika sedang kambuh), serta mag akut, dapat menimbulkan kelemahan fisik. Hal ini dapat mengganggu aktivitas seks.

Dalam kondisi demikian, jangan sampai ‘lawan’ yang sehat harus menanggung akibat sehingga mengalami pengangguran total dalam hubungan seks. Sebaiknya dilakukan upaya lain (selama tidak membahayakan si sakit) dalam hubungan seks. Misalnya, melakukan mubasyarah, yakni hubungan seks tanpa penetrasi.

Selain melemahkan fisik, beberapa penyakit dalam bisa langsung mengurangi atau menghilangkan kemampuan seks.

Penyakit dalam golongan ini bisa membahayakan, bila penderitanya memaksakan diri melakukan hubungan seks. Misalnya, penyakit hernia tulang cakram atau tulang punggung, diabetes, hepatitis kronis, reumatik, asam urat, darah tinggi, dan sebagainya. Bisa juga karena habis melakukan operasi pencangkokan jantung, ginjal, dan sejenisnya.

Intinya, pasangan suami istri hendaknya menjaga diri dari berbagai penyakit tersebut. Bukan sekadar untuk mempertahankan kesehatan pribadi agar mampu mencari rezeki, atau menjalankan tugas, namun juga untuk menjaga keharmonisan hubungan seks dengan pasangan resmi. Selain itu, masing-masing juga harus mempersiapkan diri bila salah seorang di antara keduanya terkena salah satu penyakit tersebut.

Berkonsultasilah dengan tenaga medis untuk mengetahui tingkat bahayanya, ekses kalau melakukan jimak, misalnya. Bila masih memungkinkan melakukan jimak secara wajar, hendaknya tetap hati-hati. Atau cobalah dengan melakukan hubungan seks tanpa penetrasi sehingga tidak terlalu banyak mengeluarkan energi, khususnya bagi si sakit.

Hal ini perlu diungkapkan, karena banyak pasutri yang kurang mempedulikan pemenuhan kebutuhan seks, terutama dalam kondisi sakit. Padahal kebutuhan seks itu harus tetap tersalurkan, selama masih ada kesempatan dan kemampuan dari kedua belah pihak. Bila tidak, kemungkinan terjadinya pelampiasan seks secara tidak halal akan semakin terbuka, terutama bagi yang miskin iman.

3. Impotensi

Impotensi adalah sebuah penyakit khusus yang langsung berkaitan dengan gangguan pada organ seks. Yaitu ketidakmampuan organ seks lelaki mengalami ereksi. Akibatnya, seorang lelaki tidak dapat melakukan hubungan seks sebagaimana mestinya. Ereksi sempurna hanya bisa terjadi bila organ seks lelaki (penis) berada dalam kondisi sehat, di samping kondisi psikologis yang normal. Adanya gangguan kesehatan pada organ seks, bisa melemahkan atau menghilangkan kemampuan organ tersebut. Baca disini untuk definisi lengkapnya.

Beberapa penyakit yang berdampak langsung terhadap hal itu, misalnya, kelainan saraf ujung penis, dan peradangan saraf karena terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol. Luka pada saraf penis akibat proses penurunan prostat dan berbagai penyakit saraf penis lainnya, juga dapat berdampak langsung. Demikian pula radang lever yang terlalu lama, hilangnya fungsi ginjal atau jantung, luka akibat pencangkokan jantung, dan lain-lain.

Selain itu, impotensi bisa juga disebabkan ketegangan atau tersumbatnya pembuluh darah akibat terlalu banyak kolesterol.

Dalam kasus ini bisa dicoba dengan pengobatan herbal dengan produk-produk sebagai berikut:

a. Kopi Borneo

kendala seks pengantin baru, cara mengatasi impotensi dan lemah syahwat, jual obat kuat pria gorontalo, jual obat kuat kopi borneo gorontalo, jual obat kuat pria manado, jual kopi borneo manado, jual kopi borneo murah, kopi borneo obat kuat herbal alami, jual obat kuat kopi borneo

b. Total X

kendala seks pengantin baru, cara mengatasi impotensi dan lemah syahwat

c. Tonik Madu Kuat

kendala seks pengantin baru, cara mengatasi impotensi dan lemah syahwat

d. Tanduk Rusa

kendala seks pengantin baru, cara mengatasi impotensi dan lemah syahwat

Baca juga artikel Cara Untuk Mengatasi Impotensi dan Lemah Syahwat, akan lebih didetailkan bagaimana cara untuk mengatasi penyakit yang satu ini.

4. Penyakit Ringan

Ada beberapa penyakit lain yang kerap menimbulkan ketidaknyamanan dalam jimak. Misalnya, penyakit kulit, bau badan, panas dalam, demam atau flu. Beberapa penyakit ringan tersebut dapat mengurangi kebugaran tubuh.

Akan tidak nyaman tentunya, bila suami atau istri harus berhubungan badan dengan penderita penyakit kulit pada sekujur tubuh. Tidak nyaman pula bila salah satu pasangan memiliki bau badan tak sedap, atau lemah lesu karena flu.

Oleh sebab itu, penyakit yang terkesan remeh ini juga harus secepatnya diatasi. Bisa jadi karena malu, salah satu pihak yang sehat tidak mau mengungkapkan kekecewaannya.

Demikian pula yang sakit, malu menceritakan penyakitnya. Namun sekali lagi, suami atau istri yang baik, seharusnya memperhatikan hal-hal kecil yang bisa mengganggu keharmonisan hubungan mereka berdua. Dengan begitu diharapkan tidak akan muncul kesalahpahaman dan goncangan dalam rumah tangga.

Sumber: Buku Sutra Ungu / Penulis: Abu Umar Basyir / Penerbit: Rumah Dzikir.  Dengan sedikit perubahan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *